Wabup Candra Ajak Kunjungi MTsN 3 Solok untuk Waspadai Bahaya PEKAT

Pada tanggal 6 April 2023, di MTsN 3 Solok yang terletak di Alahan Panjang, Wakil Bupati Solok, H. Candra, SHI, meluncurkan kegiatan sosialisasi yang mengusung tema Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT) dan Pencegahan Narkoba untuk Generasi Muda. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan berbagai masalah sosial yang mengancam masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Partisipasi dari Berbagai Elemen Masyarakat
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Lembah Gumanti, Kapolsek Legum, perwakilan dari Kejaksaan Legum, Kodim Legum, serta kepala madrasah, Kepala KUA, dan tenaga pengajar dari sekolah dasar dan MDTA/TPQ. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama untuk menangani masalah yang dihadapi generasi muda.
Ancaman Serius bagi Generasi Muda
Dalam sambutannya, Wabup Candra yang juga bertindak sebagai pembicara kunci, menekankan bahwa berbagai penyakit masyarakat seperti pergaulan bebas, LGBT, penyalahgunaan narkoba, serta perjudian merupakan ancaman yang sangat serius bagi generasi muda di Kabupaten Solok. Menurutnya, isu-isu ini tidak bisa dianggap remeh dan memerlukan perhatian serta tindakan nyata dari seluruh elemen masyarakat.
Strategi Penanggulangan Berdasarkan Peraturan Nagari
Wabup Candra mengajak seluruh stakeholders di nagari untuk berkolaborasi dalam menyusun dan menerapkan peraturan nagari sebagai langkah strategis dalam mengatasi penyakit masyarakat. Dia menilai pendekatan berbasis aturan nagari jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penegakan hukum yang bersifat pidana.
Empat Aspek Penting dalam Pembinaan
Lebih lanjut, Wabup menyoroti empat aspek penting yang perlu diperhatikan untuk mengurangi dampak penyakit masyarakat, yaitu:
- Pembinaan rumah tangga
- Pembinaan rumah ibadah (masjid)
- Pembinaan madrasah/sekolah
- Pembinaan sistem pemerintahan
Dengan memperkuat keempat aspek tersebut, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung generasi muda untuk tumbuh dengan baik.
Problematika yang Dihadapi Generasi Muda
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Zulkifli, S.Ag, MM, yang juga menjadi pemateri dalam acara tersebut, mengungkapkan empat problematika utama yang saat ini dihadapi generasi muda Islam di Kabupaten Solok. Pertama, lemahnya keimanan, akidah, dan tauhid. Kedua, rendahnya pelaksanaan ibadah di kalangan remaja. Ketiga, munculnya perilaku bullying di lingkungan remaja. Dan keempat, kemudahan generasi muda terpapar berita hoaks.
Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru
Kasi Pendidikan Madrasah Kabupaten Solok, Lizi Virma Susanti, menjelaskan bahwa orang tua dan guru memiliki peran krusial dalam memantau perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Ia menekankan pentingnya agar orang tua dan pendidik memiliki pengetahuan teknologi yang cukup untuk dapat membimbing serta mengawasi interaksi anak-anak mereka di dunia digital dengan bijak.
Waspada terhadap Perkembangan Teknologi
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh pemateri lainnya, Hj. Susi Elfina, yang mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi yang begitu cepat. Menurutnya, jika tidak disikapi dengan bijak, perkembangan ini dapat membawa dampak negatif bagi generasi muda.
Harapan untuk Masyarakat
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua pihak dalam memberantas penyakit masyarakat dan memperkuat upaya pencegahan narkoba di kalangan generasi muda, khususnya di Kecamatan Lembah Gumanti. Sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan terhindar dari pengaruh negatif.
Dengan demikian, kolaborasi dan komitmen dari setiap elemen masyarakat sangatlah penting dalam mengatasi tantangan ini. Melalui program-program yang terencana dan terarah, diharapkan generasi muda di Kabupaten Solok dapat tumbuh menjadi individu yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.





