DPRD Medan Tegaskan Dirut RS Pirngadi Hentikan Subsidi dan Tingkatkan Honor Dokter Spesialis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan mengingatkan pentingnya kemandirian finansial Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan. Dalam rapat evaluasi yang berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, anggota DPRD, Henry Jhon Hutagalung, menekankan kepada Plt Direktur Utama RS Pirngadi, dr. Mardohar Tambunan, untuk mengakhiri ketergantungan pada subsidi dan lebih fokus pada pengelolaan keuangan yang mandiri. Hal ini penting mengingat status RS Pirngadi sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), di mana diharapkan dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pentingnya Kemandirian Keuangan RS Pirngadi
Henry Jhon Hutagalung menekankan bahwa sebagai BLUD, RS Pirngadi harus mampu beroperasi secara mandiri dalam hal pendanaan. “Sekarang ini, kita tidak bisa lagi berharap pada bantuan APBD untuk menutupi biaya operasional,” ungkapnya dalam rapat tersebut. Pernyataan ini mencerminkan harapan DPRD agar RS Pirngadi bisa bertransformasi menjadi institusi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dalam sesi rapat tersebut, Plt Dirut RS Pirngadi, dr. Mardohar Tambunan, menyampaikan bahwa saat ini rumah sakit tersebut belum mampu bersaing dengan RS swasta di Medan. Pendapatan yang diperoleh belum mencukupi untuk menutupi pengeluaran, menciptakan defisit sebesar Rp 5 miliar. Kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan mendasar dalam manajemen dan strategi keuangan RS Pirngadi.
Evaluasi Kinerja dan Tantangan
Ketua Komisi II, Kasman bin Marasakti, memimpin rapat yang juga dihadiri oleh anggota lainnya, termasuk Modesta Marpaung, Lily MBA, Binsar Simarmata, dan dr. Ade Taufiq. Dalam pertemuan ini, mereka membahas capaian kinerja RS Pirngadi serta langkah-langkah ke depan untuk meningkatkan layanan kesehatan.
Henry Jhon menyatakan bahwa penjelasan mengenai defisit yang ditutupi dari APBD menjadi sorotan. “Jika situasinya seperti ini, kita perlu mempertanyakan bagaimana manajemen bisa menutupi kekurangan tersebut,” tegasnya. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk audit dan transparansi dalam pengelolaan keuangan RS Pirngadi.
Kondisi Fasilitas dan Pemanfaatan Ruang Perawatan
Dari pemaparan dr. Mardohar, terungkap bahwa tingkat pemanfaatan tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di RS Pirngadi hanya mencapai 50% dari total 500 tempat tidur. “Ini memprihatinkan, terutama ketika RS swasta di sekitar kita selalu penuh. RS Pirngadi harus segera mencari cara untuk menarik lebih banyak pasien,” jelas Henry Jhon. Penurunan jumlah pasien dapat menjadi indikator bahwa ada yang harus diperbaiki dalam pelayanan dan fasilitas yang ditawarkan.
- Peningkatan kualitas layanan kesehatan.
- Strategi pemasaran yang lebih efektif.
- Kerja sama dengan Puskesmas untuk rujukan pasien.
- Peningkatan pelatihan bagi tenaga medis.
- Pengadaan fasilitas yang lebih baik.
Peningkatan Kualitas Tenaga Medis
Henry Jhon juga menyoroti pentingnya meningkatkan gaji dokter spesialis yang ada di RS Pirngadi. “Jika kita ingin dokter-dokter ini betah bekerja dan memberikan pelayanan terbaik, mereka harus mendapatkan imbalan yang layak,” ujarnya. Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga medis adalah langkah krusial untuk memastikan kualitas pelayanan yang optimal di RS Pirngadi.
Selain itu, Henry Jhon juga menekankan perlunya prioritas rujukan pasien dari Puskesmas ke RS milik Pemko Medan, termasuk RS Pirngadi dan RS Bachtiar Djafar. Dengan adanya prioritas ini, diharapkan jumlah pasien yang dirawat di RS Pirngadi dapat meningkat, sehingga pendapatan rumah sakit pun dapat bertambah.
Langkah Strategis Menuju Kemandirian
Untuk mencapai kemandirian finansial, RS Pirngadi perlu mengambil langkah-langkah strategis yang terencana. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Ini termasuk potensi kerjasama dalam hal penelitian, program kesehatan masyarakat, dan pelatihan bagi tenaga medis.
Selain itu, manajemen RS Pirngadi perlu melakukan analisis mendalam terhadap layanan yang ada saat ini. Dengan memahami kebutuhan dan harapan masyarakat, RS dapat menyesuaikan layanan yang ditawarkan, serta meningkatkan kepuasan pasien. Ini adalah keuntungan kompetitif yang akan membantu RS Pirngadi untuk bersaing dengan RS swasta lainnya.
Inovasi dalam Layanan Kesehatan
Inovasi dalam layanan kesehatan juga merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. RS Pirngadi dapat mempertimbangkan untuk menerapkan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan, seperti telemedicine, yang dapat membantu meningkatkan akses pasien. Dengan memanfaatkan teknologi, RS Pirngadi dapat menjangkau lebih banyak pasien dan memberikan layanan yang lebih efisien.
- Penerapan sistem manajemen rumah sakit yang lebih baik.
- Peningkatan layanan berbasis teknologi.
- Fasilitas kesehatan yang ramah lingkungan.
- Program edukasi kesehatan untuk masyarakat.
- Kerjasama dengan universitas untuk penelitian dan pengembangan.
Pentingnya Audit dan Transparansi
Agar keuangan RS Pirngadi dapat dikelola dengan baik, audit internal dan eksternal harus dilakukan secara rutin. Ini tidak hanya untuk memastikan bahwa dana digunakan secara efektif, tetapi juga untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap manajemen RS Pirngadi. Transparansi dalam laporan keuangan akan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa RS Pirngadi berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Di samping itu, keterlibatan publik dalam proses pengawasan juga sangat penting. Masyarakat harus diberikan ruang untuk memberikan masukan serta kritik terhadap kinerja RS Pirngadi. Hal ini akan menciptakan sinergi antara RS dan masyarakat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.
Tantangan ke Depan
Tantangan yang dihadapi RS Pirngadi tidaklah mudah. Namun, dengan komitmen dan kerja keras, mereka dapat mengatasi setiap masalah yang ada. Dukungan dari DPRD Medan, pemerintah kota, serta masyarakat sangat penting dalam proses transformasi ini. Kolaborasi antara semua pihak akan menentukan masa depan RS Pirngadi sebagai institusi kesehatan yang handal dan mandiri.
Dengan langkah-langkah yang tepat, RS Pirngadi dapat menjadi contoh bagi rumah sakit lain dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan kesehatan. Keberhasilan ini tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Medan, sehingga mereka mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.



