571 CPNS Ikuti Latsar 2026 yang Diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Kepri

BINTAN – Sebanyak 571 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari beragam instansi pemerintah di Provinsi Kepulauan Riau tengah menjalani Latihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XXIV dan XXV tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepri, yang bertujuan untuk mempersiapkan para peserta dalam menghadapi tantangan di dunia pelayanan publik.
Detail Pelaksanaan Latsar CPNS 2026
Pelatihan ini dimulai pada 5 Januari dan dijadwalkan berakhir pada 9 Juni 2026, bertempat di Gedung BPMP Ceruk Ijuk, Bintan. Kepala BPSDM Provinsi Kepri, Ani Lindawaty, memimpin pelaksanaan kegiatan ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para CPNS.
Partisipasi dan Komitmen Pejabat Terkait
Dalam rangka membuka kegiatan ini, hadir Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri dan berbagai pejabat esensial lainnya, termasuk Kepala BPSDM, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), serta pihak-pihak terkait lainnya. Mereka turut berfoto bersama peserta sebagai bentuk dukungan terhadap pelatihan ini.
Regulasi dan Metode Pembelajaran
Pelaksanaan Latsar CPNS tahun ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta berbagai regulasi pendukung yang dikeluarkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas ASN di Indonesia.
“Pelatihan ini menerapkan metode blended learning, yang merupakan kombinasi antara pembelajaran klasikal dan non-klasikal,” jelas Ani dalam laporannya pada acara pembukaan yang berlangsung pada Kamis (23/4/2026). Metode ini dirancang agar peserta dapat belajar secara lebih fleksibel dan efektif.
Komposisi Peserta Latsar
Jumlah peserta Latsar CPNS tahun 2026 mencapai 571 orang, yang berasal dari berbagai instansi di Kepulauan Riau. Rincian peserta adalah sebagai berikut:
- Pemerintah Provinsi Kepri: 84 orang
- Komisi Pemilihan Umum (KPU): 47 orang
- Kota Tanjungpinang: 1 orang
- Kabupaten Bintan: 41 orang
- Kabupaten Karimun: 97 orang
- Kabupaten Lingga: 163 orang
- Kabupaten Natuna: 17 orang
- Kabupaten Kepulauan Anambas: 121 orang
“Kegiatan ini difasilitasi di seluruh kabupaten/kota, kecuali Batam, dan diikuti juga oleh instansi vertikal seperti KPU,” tambah Ani, menegaskan pentingnya kolaborasi antar instansi dalam meningkatkan kapasitas SDM di daerah.
Penghargaan dan Apresiasi
Pembukaan Latsar Calon Pegawai Negeri Sipil Angkatan XXIV dan XXV tahun 2026 ini ditandai dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan CPNS oleh Penjabat Sekdaprov Kepri, Luki Zaiman Prawira. Acara simbolis ini menandakan dimulainya rangkaian pelatihan dasar yang akan berlangsung hingga pertengahan tahun.
Dalam kesempatan ini, hadir pula Pejabat Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD) Ahli Utama Adi Prihantara, serta Kepala BKD dan Korpri, Yenni Trisila dan Isabella, Kepala Biro Organisasi Syakyakirti, dan beberapa pejabat Widyaiswara Kepri lainnya. Kehadiran mereka menambah kesan resmi dan mendukung jalannya pelatihan ini.
Harapan untuk Peserta
Dengan adanya Latsar CPNS ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugas mereka sebagai abdi negara. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam membentuk karakter dan etika kerja yang baik bagi para CPNS, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Proses pembelajaran yang dilalui selama Latsar diharapkan tidak hanya sebatas teori, tetapi juga mencakup praktik nyata yang relevan dengan tugas yang akan diemban. Dengan demikian, setiap peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam pekerjaan mereka sehari-hari di instansi masing-masing.
Kesimpulan
Penyelenggaraan Latsar CPNS tahun 2026 oleh BPSDM Provinsi Kepri merupakan upaya signifikan dalam meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara di daerah. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan metode pembelajaran yang inovatif, diharapkan pelatihan ini dapat melahirkan generasi ASN yang profesional dan berintegritas dalam melayani masyarakat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap peserta akan siap menghadapi tantangan di masa depan dan mampu berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan daerah. Pelatihan ini adalah langkah penting dalam menciptakan birokrasi yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.