Kenaikan Harga Cabai dan Bahan Pokok di Pasar Pangururan Menjelang Lebaran

Dalam mempersiapkan perayaan hari raya Lebaran, masyarakat di Pangururan dikejutkan dengan kenaikan harga bahan pokok, terutama cabai. Menurut pemantauan yang dilakukan pada Rabu (18/3/2026), ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, meski ada juga beberapa yang tetap stabil dibandingkan pekan sebelumnya.
Kenaikan Harga Cabai dan Beberapa Bahan Pokok
Perubahan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Cabai rawit hijau mengalami lonjakan harga dari Rp 22.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram. Cabai merah keriting juga menunjukkan kenaikan yang sama. Selain cabai, bawang merah impor juga ikut melambung dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.
Harga gula pasir mengalami kenaikan, meski tidak sebesar cabai dan bawang merah, dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram. Begitu pula dengan daging ayam broiler yang naik dari Rp46.000 menjadi Rp48.000 per kilogram, dan beras medium yang naik tipis dari Rp14.500 menjadi Rp14.600 per kilogram.
Stabilitas Harga Komoditas Lain
Di sisi lain, beberapa komoditas lainnya masih bertahan dengan harga yang stabil. Udang basah medium, tepung terigu protein sedang dan rendah, serta tempe, tetap di harga minggu sebelumnya. Telur ayam ras mengalami kenaikan dari Rp27.733 menjadi Rp29.333 per kilogram, namun telur ayam kampung dan tahu mentah masih stabil.
Susu kental manis dan susu bubuk juga tidak mengalami perubahan harga. Begitu pula dengan Minyak goreng premium dan Minyak Kita, pisang barangan, dan jagung pipilan kering. Harga komoditas perikanan seperti ikan tongkol, ikan teri, ikan kembung, dan ikan dencis juga tetap stabil.
Fluktuasi Harga Tomat
Sementara itu, harga tomat mengalami fluktuasi. Dari Rp13.000 turun menjadi Rp8.000, kemudian naik kembali ke Rp10.000 per kilogram. Keseluruhan, harga tomat masih turun Rp3.000 dari harga awal. Harga daging sapi murni, garam beryodium halus, bawang putih dan bawang merah lokal juga stabil.
Penjelasan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Samosir
Menanggapi situasi ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Samosir, Ferdinand Sitanggang, mengatakan bahwa kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan adalah hal yang biasa terjadi. Menurutnya, permintaan masyarakat yang meningkat, terutama untuk komoditas seperti cabai, daging, dan bawang, menjadi pemicu kenaikan harga di pasar.
Ferdinand menambahkan bahwa pihaknya terus memantau dan berkoordinasi dengan distributor untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan. “Kami terus memonitor harga dan stok di lapangan. Jika ada indikasi kenaikan yang tidak wajar, akan segera kami tindak lanjuti bersama pihak terkait,” katanya.
Secara umum, situasi harga bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan masih dalam kondisi yang terkendali. Meski ada kenaikan pada beberapa komoditas, namun tidak terjadi lonjakan harga yang berlebihan menjelang Lebaran.