Kajati Sulsel Apresiasi Kinerja Kejari Maros dan Cabjari Camba dengan Farkhan Alisyahdi

Dalam dunia hukum, efisiensi dan komitmen terhadap pelayanan publik menjadi hal yang sangat vital. Hal ini menjadi fokus utama dalam kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros dan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Camba. Dalam konteks ini, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi SH MH, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap capaian yang telah diraih oleh dua institusi tersebut. Pujian tersebut disampaikan dalam kunjungan kerjanya pada Rabu, 8 April 2026, yang bertujuan untuk melihat langsung perkembangan dan inisiatif yang telah dilakukan oleh Kejari Maros dan Cabjari Camba.
Kunjungan Kerja Kajati Sulsel
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas; melainkan merupakan bagian dari program pengawasan yang lebih mendalam serta kesempatan untuk bersilaturahmi. Ini adalah kunjungan perdana Kajati kepada jajaran Kejari Maros selama lebih dari lima bulan menjabat di wilayah hukum Sulawesi Selatan. Momen ini menjadi penting untuk memperkuat hubungan antara pimpinan dan staf, serta untuk memastikan bahwa semua program berjalan sesuai harapan.
Pendampingan Selama Kunjungan
Dalam kunjungan tersebut, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi didampingi oleh beberapa tokoh penting, termasuk Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulsel, Ny. Ery Didik Farkhan; Wakil Ketua IAD Wilayah Sulsel, Ny. Anyk Susiati Prihatin; serta Asisten Pembinaan Kejati Sulsel, Abdillah SH MH. Kehadiran mereka menambah bobot acara dan menunjukkan keseriusan dalam mendukung kinerja Kejari Maros dan Cabjari Camba.
Peresmian Fasilitas Baru
Selain melakukan peninjauan, kunjungan ini juga dirangkai dengan peresmian Mess Adhyaksa Kejari Maros dan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri di Camba. Pembangunan fasilitas ini adalah langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan aparatur kejaksaan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
Profil Kejari Maros dan Cabjari Camba
Kepala Kejaksaan Negeri Maros, Febryan, memaparkan profil dan capaian dari jajarannya dengan detail. Saat ini, Kejari Maros memiliki 61 pegawai, yang terdiri dari 18 jaksa dan 41 tenaga administrasi. Sementara itu, Cabjari Camba memiliki 16 pegawai, dengan rincian 3 jaksa dan 13 tenaga administrasi. Struktur yang solid ini menjadi modal utama dalam menjalankan berbagai program dan pelayanan hukum.
- Kejari Maros: 61 pegawai (18 jaksa, 41 tenaga administrasi)
- Cabjari Camba: 16 pegawai (3 jaksa, 13 tenaga administrasi)
- Fasilitas Mess Adhyaksa: 12 kamar untuk pegawai
- Program Saksi Prima: Layanan antar jemput untuk saksi rentan
- Penyelesaian pembangunan Cabjari Camba: Januari lalu
Keberhasilan Program Prioritas
Dalam laporannya, Kajari Maros menekankan keberhasilan pelaksanaan program prioritas, termasuk program Saksi Prima yang kini dilengkapi dengan layanan antar jemput untuk saksi yang dianggap rentan, seperti ibu hamil dan penyandang disabilitas. Ini merupakan langkah signifikan dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka yang terlibat dalam proses peradilan.
Selain itu, program Zero Indekos juga telah berhasil direalisasikan, sejalan dengan selesainya pembangunan tahap kedua Mess Adhyaksa. Dengan total 12 kamar yang disediakan, program ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pimpinan untuk memperhatikan kesejahteraan para pegawai.
Respon Kajati Terhadap Laporan
Menanggapi laporan yang disampaikan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi memberikan pujian serta arahan yang tegas. Ia mengapresiasi kondisi Kantor Kejari Maros yang terlihat bersih dan representatif, menandakan bahwa lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja pegawai.
“Kondisi kantor yang sudah sangat baik ini harus sejalan dengan peningkatan kinerja jajaran,” ungkap Kajati dengan penuh keyakinan. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kualitas kerja mereka.
Pentingnya Etika dan Integritas
Dalam arahannya, Kajati juga menyoroti pentingnya etika dan integritas dalam bekerja. Ia mengingatkan kepada seluruh aparatur Kejaksaan di Maros untuk selalu bertindak sesuai dengan koridor hukum, menjaga diri agar tidak terlibat dalam perbuatan tercela yang dapat merugikan institusi, diri sendiri, serta keluarga.
“Jangan pernah mendzolimi orang lain. Ingat, di zaman sekarang ini, kesalahan kecil bisa viral di media sosial. Jadilah jaksa atau pegawai yang humanis dan sombere (ramah),” pesan Dr. Didik, menekankan pentingnya sikap profesional dalam menjalankan tugas.
Tiga Program Prioritas yang Ditekankan
Lebih lanjut, Kajati memberikan perhatian khusus pada tiga program prioritas yang perlu difokuskan oleh jajaran Kejari Maros:
- Penanganan perkara harus difokuskan pada kasus-kasus berkualitas yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak.
- Memaksimalkan program Saksi Prima yang memberikan kenyamanan ekstra bagi saksi selama proses peradilan.
- Mengapresiasi pencapaian target Zero Indekos di Maros sebagai wujud nyata komitmen pimpinan terhadap kesejahteraan aparaturnya.
Dialog Interaktif dan Aspirasi Pegawai
Rangkaian kunjungan kerja ini ditutup dengan sesi dialog interaktif yang hangat antara Kajati Sulsel dan jajaran Kejari Maros. Kajati meluangkan waktu untuk mendengarkan berbagai aspirasi, kendala operasional, serta “curhatan” dari para pegawai Kejari Maros. Ini adalah langkah strategis untuk memetakan solusi terbaik demi kemajuan institusi ke depannya.
Melalui pendekatan ini, diharapkan komunikasi antara pimpinan dan staf semakin baik, sehingga semua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Dengan komitmen dan kerja keras, Kejari Maros dan Cabjari Camba diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan hukum kepada masyarakat.





