BSI Siapkan Rp1,65 Triliun KUR Syariah untuk 11 Ribu UMKM di Awal 2026

Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dalam dua bulan pertama tahun ini, BSI berhasil menyalurkan pembiayaan KUR Syariah sebesar Rp1,65 triliun, yang mencakup 11,1% dari total kuota pembiayaan yang ditetapkan untuk tahun ini. Dengan demikian, lebih dari 11 ribu pelaku usaha di seluruh nusantara telah mendapatkan manfaat dari program ini.
Komitmen BSI Terhadap UMKM
Langkah ini mencerminkan komitmen BSI yang teguh dalam memperkuat peran UMKM sebagai pilar utama dalam ekonomi nasional. Selain itu, penyaluran pembiayaan ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Fokus utama dari pembiayaan ini adalah sektor-sektor produktif, di mana 65% dari total dana dialokasikan untuk sektor produksi, terutama dalam industri makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan. Sementara itu, sisanya sebesar 35% ditujukan untuk sektor non-produksi, mengikuti arahan dari pemerintah.
Strategi Pembiayaan yang Hati-Hati
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah ekspansi pembiayaan yang diambil oleh bank. Menurutnya, penyaluran pembiayaan dilakukan dengan selektif, mempertimbangkan analisis makroekonomi serta tren kualitas pembiayaan yang ada. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa portofolio pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.
Dukungan Pertumbuhan UMKM
BSI optimis bahwa pertumbuhan UMKM akan tetap kuat sepanjang tahun 2026, berkat berbagai stimulus dan kebijakan dari pemerintah. Kemas menambahkan, “Kami melihat ekosistem UMKM semakin menguat, yang didorong oleh program-program seperti KUR Syariah. Selain itu, pengembangan ekosistem MBG melalui penyediaan SPPG serta pembiayaan mikro dan SME juga berkontribusi positif. Tren positif sektor halal di awal tahun ini pun menjadi sinyal kuat untuk pertumbuhan ke depan.”
Kinerja BSI yang Meningkat
Kinerja positif di segmen UMKM juga berperan dalam memperkuat performa keseluruhan BSI. Hingga Februari 2026, total pembiayaan yang disalurkan oleh BSI mencapai Rp323 triliun, mencatat pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 14,32%. Kontribusi signifikan datang dari segmen konsumer, terutama dalam bisnis emas, di mana pembiayaan ritel, termasuk UMKM, tercatat mencapai Rp52,43 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,10%.
Inisiatif untuk Mendukung UMKM
BSI tidak hanya menyediakan pembiayaan, tetapi juga berkomitmen untuk memperkuat ekosistem yang mendukung UMKM melalui berbagai inisiatif strategis. Ini mencakup pendampingan usaha, pelatihan, program business matching, hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center. Selain itu, BSI juga memberikan pendampingan dalam proses sertifikasi halal bagi UMKM yang dibina, dengan tujuan untuk membantu mereka naik kelas dan meningkatkan daya saing di pasar, baik domestik maupun global.
Peran BSI dalam Ekonomi Nasional
Di masa mendatang, BSI berencana untuk terus memperkuat dukungan terhadap program Asta Cita Pemerintah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan segmen ritel. Optimalisasi fungsi intermediasi antara dana pihak ketiga dan pembiayaan akan menjadi kunci untuk menjaga kinerja yang solid dan berkelanjutan di pasar.
Peluang UMKM di Era Digital
Di era digital ini, UMKM dihadapkan pada berbagai tantangan dan peluang baru, terutama dalam hal teknologi dan akses pasar. BSI menyadari pentingnya adaptasi dalam dunia yang terus berubah dan berkomitmen untuk membantu UMKM memanfaatkan teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi operasi mereka dan memperluas jangkauan pasar.
Digitalisasi untuk UMKM
Salah satu fokus utama BSI adalah mendorong digitalisasi di kalangan UMKM. Ini mencakup:
- Penyediaan platform e-commerce untuk akses pasar yang lebih luas.
- Pelatihan digital marketing untuk meningkatkan pemasaran produk.
- Pembiayaan untuk investasi dalam teknologi terbaru.
- Kolaborasi dengan platform digital dan fintech untuk mempermudah akses pembiayaan.
- Penyediaan informasi dan edukasi mengenai tren pasar dan teknologi.
Kesinambungan dan Keberlanjutan UMKM
Dalam konteks keberlanjutan, BSI juga mendorong UMKM untuk menerapkan praktik usaha yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen global untuk menjaga lingkungan dan keberlanjutan sumber daya. Dengan memberikan dukungan yang tepat, BSI berharap UMKM dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Inisiatif Hijau untuk UMKM
Inisiatif hijau yang diusung BSI meliputi:
- Pelatihan mengenai praktik usaha berkelanjutan.
- Pembiayaan untuk proyek-proyek yang ramah lingkungan.
- Kerja sama dengan lembaga lingkungan untuk sertifikasi hijau.
- Promosi produk ramah lingkungan kepada konsumen.
- Penyuluhan mengenai pentingnya keberlanjutan bagi bisnis.
Peran Masyarakat dalam Mendukung UMKM
Keberhasilan program KUR Syariah dan pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah dan institusi keuangan, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk mendukung produk lokal dan UMKM menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang sehat untuk pertumbuhan ekonomi.
Gerakan Dukungan Masyarakat
Beberapa cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung UMKM meliputi:
- Membeli produk lokal dan mendukung usaha kecil.
- Berpartisipasi dalam acara bazar dan pameran UMKM.
- Menyebarkan informasi tentang UMKM melalui media sosial.
- Memberikan umpan balik yang konstruktif untuk pengembangan produk.
- Menjadi mentor atau membantu dalam pengembangan keahlian UMKM.
Dengan kolaborasi antara BSI, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan UMKM di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang, menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional di tahun-tahun mendatang.





